TUGAS KONSELING & PSIKOTERAPI

1) Apakah definisi dari Psikoterapi itu dan jelaskan!
Psikoterapi merupakan pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, peng-obatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis (Rita LArkinson; tt : 491) Sedangkan menurut James P Chaplin(1999:407)secara khu-sus psikoterapiadalah Penerapan teknikkhusus pada penyembuhan penyakitmental atau pada kesulitan-kesulitan pe-nyesuaian diri setiap hari.

2) Jelaskan tujuan dari Psikoterapi!
Bahwa tujuan psikoterapi adalah mengatasi kelemahan-kelemahan tertentu melalui beberapa cara praktis mencakup “pembedahan psikis” dan pembedajan otak. Konselor apada pihak lain berurusan denganidentifikasi dan pengembangan kekuatan-kekuatan positif pada individu

3) Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur dari psikoterapi!

Psikoterapi terdiri dari 3 unsur, yaitu:
• Klien, yaitu individu yang akan disembuhkan atau diobati.
• Terapis, yaitu orang yang melakukan serangkaian psikoterapi untuk penyembuhan atau pengobatan terhadap klien.
• Proses Psikoterapi, yaitu pelaksanaan terapi dimana terjadi interaksi antara Psikoterapis dengan Klien.

4) Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara Psikoterapi dan konseling!
• Dalam perkembangan, semakin sukar nya ditemukan pokok-pokok perbedaan antara monseling dengan psikoterapi. Cara yang paling aman melacak perbedaan antara keduanya adalah dengan menyorotinya dengan beberapa segi relavan.
1. Konseling dan psikoterapi dapat dipandang berbeda lingkup pengertian antara keduanya. Istilah psikoterapi mengandung arti gtanda. Pada satu segi psikoterapi menunjuki pada sesuatu yang jelas yaitu bentuk terapi psikologis, pada segi yang lain menunjuk pada sekelompok terapi psikologis yaitu suatu rentangan wawasan luas tempat hipnotis pada satu titik dan konseling pada titik lainnya . dengan demikian konseling adalah salah satu dari bentuk psikoterapi. Ungkapan asli dari S. Narayana Rao.
2. Konseling lebih fokus pada konseren, ikhwal, masalah, pengembangan-pendidikan-pencegahan. Sedangkan psikoterapi lebih memfokus pada konseren atau masalah penyembuhan-penyesuaian-pengobatan. Ungkapan aslinya dikemukakaan oleh Pietrofesa, dkk.
3. Konseling dijalankan atas dasar (atau dijiwai oleh) falsafah atau pandangan terhadap manusia, sedangkan psikoterapi dijalankan berdasarkan ilmu atau teori kepribadian dan psikopatologi. Konseling pun memanfaatkan keterangan dari teori-teori kepribadian dan teori-teori psikologi lainnya bahkan banyak ilmu lain yang tercakup pada keilmuan perilaku (behavioral science)
4. Konseling dan psikoterapi berbeda dalam mencapai tujuannya, dijelaskan oleh S. Narayana Rao bahwa tujuan psikoterapi adalah mengatasi kelemahan-kelemahan tertentu melalui beberapa cara praktis mencakup “pembedahan psikis” dan pembedajan otak. Konselor apada pihak lain berurusan denganidentifikasi dan pengembangan kekuatan-kekuatan positif pada individu. Hal ini dilakukan untuk membantu klienmenjadiseorang yang berfungsi secara sempurna, fully functioning person.

5) Uraikan secara jelas bagaimana psikoterapi melakukan pendekatan terhadap mental illness.
Beberapa pendekatan psikoterapi terhadap mental ILLNESS
1. Pendekatan Client Centered
Pendekatan client centered adalah pendekatan psikoterapi yang ditokohi oleh Carl R. Rogers. Menurut Rogers, klien harus memimpin dan menentukan arah pembicaraan dan sesi. Rogers berasumsi bahwa keputusan mereka tidak hanya akan membuat mereka merasa bahagia, namun juga membuat mereka kembali menjadi orang yang baik dan beradab. Namun, jalan menuju keputusan-keputusan baik tidaklah mudah. Manusia harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bahkan pada saat mereka mengalami masalah.
2. Pendekatan Psikoanalisis
Pendekatan psikoanalisis adalah suatu pendekatan yang ditokohi oleh Sigmund Freud. Freud percaya bahwa berbagai bentuk psikopatologi diakibatkan oleh dorongan yang kuat, yang mengawali tahap perkembangan konflik yang tidak disadari yang terkait dengan tahap psikoseksual tertentu. Freud berasumsi bahwa penyebab lingkungan dari masalah histerikal para pasiennya adalah penyiksaan seksual di masa kanak-kanak. Dalam pendekatan psikoanalisis terdapat teknik-teknik utama dalam psikoanalisi, yaitu asosiasi bebas, analisis mimpi, interpretasi, dan analisis transferensi.
3. Pendekatan Kognitif
Kognisi adalah istilah yang mengelompokkan proses-proses mental seperti mengamati, mengenali, membayangkan, menilai, dan melakukan penalaran. Pendekatan kognitif berfokus pada bagaimana manusia menyusun berbagai pengalaman mereka, bagaimana mereka membuat pengalaman-pengalaman tersebut menjadi masuk akal, dan bagaimana mereka menghubungkan berbagai pengalaman masa kini dengan pengalaman masa lalu yang disimpan dalam memori.

6) Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentukutama dari terapi!
1. terapi Supportive (suportif)
a. Pengertian Terapi Suportif
Terapi kelompok Suportif merupakan terapi yang terdiri dari beberapa orang-orang yang berencana, mengatur dan merespon secara langsung terhadap isu-isu dan tekanan maupun keadaan yang merugikan (Grant-Iramu, 1997 dalam Hunt, 2004).
2. Terapi Reeducative
a. Pengertian Terapi Reeducative
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

3. Terapi Reconstructive
a. Pengertian Terapi Reconstructive
Terapi reconstructive adalah menyelami alam tak sadar teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa dari pada transfersi. Terapi ini untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luar biasa dari pada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

Sumber:
Prof. Dr. Singgih O. Gunarsa. (2004). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Lubis DB & Elvira SD. (2005). Penuntun Wawancara Psikodinamik dan Psikoterapi. Balai Penerbit FKUI, 10-12.

A.T., Andi Mappiare. (2004). Pengantar Konseling dan PsikoterapI. Jakarta: Rajawali Pers.

Greenberg, Samuel I. (2007). Introduction to the technique of psychotherapy: practice guidelines for psychotherapists. Jakarta: C.C. Thomas, 1998.

Simanjuntak, J. (2008). Konseling gangguan jiwa dan okultisme. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s