GLOBALISASI EKONOMI DAN REGIONALISME EKONOMI

Pada era modern atau sering di sebut era globalisasi telah menarik kita masuk dalam percaturan globalisasi dunia, fenomena globalisasi yang ada saat ini di tandai oleh tiga factor utama: komunikasi, transpertasi dan teknologi informasi. Globalisasi adalah suatu kondisi dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan dunia seolah tanpa batas. Sedangkan, globalisasi ekonomi merupakan terintegrasinya aktivitas ekonomi dunia untuk memenuhi kebutuhan warga negara yang tidak terbatas demi tercapainya standar hidup yang lebih tinggi sehingga menimbulkan ketergantungan satu sama lain.

Selain globalisasi, isu yang kian berkembang dalam ekonomi internasional adalah regionalisasi dimana regionalisasi merupakan integrasi negara-negara yang memiliki kedekatan geografis, sosiologis, budaya, sistem sosial-politik dan ekonomi disuatu kawasan tertentu.Dalam hal ini globalisasi ekonomi yang paling jelas di tandai dengan adanya perdagangan bebasdanmereduksinya pasar nasional akibat perdagangan bebas (free trade).

           

Globalisasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang di anut oleh masyarakat untuk melakukan transaksi perdagangan atau kegiatan ekonomi secara bebas keluar batas wilayah negara. Dalam globalisasi ekonomi, individu di beri kebebasan untuk melakukan tindak ekonomi secara rasional menurut kehendaknya. Landasan adanya globalisasi ekonomi ini adalah keebasan individu secara mutlak kerena dengan adanya intervensi dari pemerintah terhadap perekonomian merupakan suatu penghalang bagi individu untuk melakukan usaha-usaha ekonomi yang akan di jalankan karena pemerintah selalu memberikan regulasi yang menghambat.

            Globalisasi ekonomi sangat erat kaitannya dengan perdagangan bebas (free trade). Globalisasi yang membawa arus perdagangan bebas dapat menciptakan kawasan perdagangan yang lebih luas dan dapat menghilangkan hambatan-hambatan yang dapat menghambat perdagangan internasional. Hambatan-hambatan yang terjadi biasanya terjadi akibat adanya tarif ekspor-impor barang yang di berlakukan terlalu tinggi oleh suatu negara yang menyebabkan harga barang tidak kompetitif. Di samping itu, hambatan terjadi karena politik dagang (misalnya proteksi) yang diberlakukan oleh negara tertentu untuk melindungi produksi dalam negeri. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.[1]

Globalisasi ekonomi yang dimulai dengan wacana pembentukan ITO yang kemudian berganti menjadi GATT pada tahun 1948 menjadikan perdangan dunia mulai terintegrasi. Transformasi GATT menjadi WTO pada 1 Januari 1995 melahirkan benih-benih regionalisme. Hubungan antara globalisasi dan regionalisme digambarkan kedalam dua pandangan ekstrim, yaitu regionalisme terbuka yang bertujuan mengintegrasikan ekonomi berpartisipasi dalam pasar global, atau sebagai cara untuk menahan kekuatan pasar global. Dengan kata lain, regionalisme muncul sebagai hasil dari, atau sebagai respon terhadap, globalisasi. Regionalisme juga sebagai integrasi ekonomi antar negara yang berdekatan secara wilayah sehingga sehingga memudahkan aktivitas perekonomian daripada pasar global.

Munculnya suatu prioritas baru (peran dunia) dalam bentuk integrasi regional yang dijadikan sebagai dasar pada sebuah paradigma, dimana kepentingan kelompok menjadi yang utama atau dengan perkataan lain, paradigma kepentingan regional yang ada menjadi lebih penting. Paradigma atas kepentingan regional diformulasikan ke dalam kerjasama regional di beberapa kawasan/wilayah dunia saat ini yang akan mengarah kepada sifat pengelompokan diri ke dalam konstelasi kepentingan ekonomi regional/global.

Konstelasi kepentingan ekonomi ini tampaknya semakin mempertegas paradigam integrasi regional dalam aspek ekonomi-politik global dengan terbentuknya misalnya Masyarakat Ekonomi Eropa. perkembangan kehadiran kerjasama bidang  ekonomi yang bersifat regional/internasional akan memberikan dampak terhadap tata hubungan internasional serta tata hubungan ekonomi global umumnya. Dampak/implikasi di dalam tatanan hubungan ekonomi yang diartikan adalah jika diterjemahkan bahwa kehadiran kelompok-kelompok kekuatan ekonomi baik itu dalam tataran regional maupun yang internasional, misalnya APEC, adalah merupakan puncak diplomasi dan konflik yang sudah mengarah kepada perang dagang antara blok-blok dagang terbesar (Amerika), Eropa Bersatu (Uni Eropa).

 

Referensi:

Fachry aly, BUMN di bawah Dahlan Iskan , Gramedia, jakarta, 2013, hal. 

joshep stiglits, Free Fall.

http://www.slideshare.net/Erizua/globalisasi-ekonomi-dan-perkembangan-ekonomi-global diakses pad tgl 25 des 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s